1.2.08

20 Tahun "Rencana Islam ‘Menghijaukan’ Amerika"

:: Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam ::
Dr. Anis Sorrosh, seorang pendeta asal Arab-Palestina yang kini hidup di Amerika adalah seorang evangelis cukup terkenal. Ia pernah beberapa kali ber-debat dengan almarhum Ahmad Deedat, seorang Kristolog terkemuka dunia.

Sorrosh juga pernah menulis “The True Furqan”. Buku ini secara sengaja diterbitkan untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin terhadap Kitab Suci, Al-Quran. Di antaranya, ia mengganti arti “Bismillah” dengan “Bismil Abi, Wal Ibni, Waruu hil Quds” (dengan nama Tuhan Bapak, Anak dan roh kudus). Seolah-olah Al-Quran itu meyakini ketuhanan Yesus. Namun usaha pemalsuan Al-Qur’an ini tak ada efek berarti di kalangan Muslim. Sebab, kebanyakan kaum Muslim hafal ayat-ayat suci sehingga cepat ketahuan mana yg asli dan mana yg palsu.

Baru-baru ini, ia menulis sebuah artikel berjudul, “Twenty-Year Plan: Islam Targets America”, Shorrosh memaparkan kemungkinan Islam dalam 20 tahun ke depan di Amerika Serikat. Menurutnya, ada 20 kemungkinan kaum Muslim ‘menghijaukan’ AS.

Karena sebagian di antara analisanya itu bisa dikategorikan fitnah dan provokasi, hidayatullah.com menurunkan dan merubah judulnya menjadi, “20 Tahun "Rencana Islam “Menghijaukan” Amerika": [Catatan ketakutan seorang evangelis Amerika terhadap Islam].”

Analisa Sorrosh ini menunjukkan rasa kekhawatiran seorang evangelis yang tinggi bila selama dua puluh tahun ke dapan, tepatnya tahun 2020, Islam akan mampu ‘merebut’ Amerika Serikat. Di bawah ini kutipannya.

20 poin analisis Islam ‘mengambil alih’ Amerika pada Tahun 2020
  1. Menggantikan kebebasan berpendapat orang Amerika dg sikap kebencian di seluruh dunia.
  2. Berperang dengan kata-kata yang berasal dari pemimpin berkulit hitam, bahwa Islam di Amerika adalah agama asli di sana. Anehnya tidak ada satupun fakta yang menyebutkan bahwa orang-orang Arab menangkap dan menjual mereka sebagai budak. Yang ada adalah penyebutan untuk orang kulit hitam dan budak adalah sama yaitu “Abed.”
  3. Perlawanan terhadap publik Amerika akan kebaikan Islam.
  4. Mencalonkan simpatisan Muslim ke meja politik.
  5. Mengambil alih media dan internet dengan membeli perusahannya atau pemegang saham.
  6. Mendorong ketakutan terhadap terbatasnya/habisnya persediaan minyak di Timur Tengah.
  7. Memprotes setiap saat akan kritik terhadap Islam atau analisis tentang Al-Quran di area publik.
  8. Menempati posisi pemerintahan, mendapat keanggotaan dalam panggung sekolah lokal, memberikan pelatihan kepada orang-orang Muslim sebagai doktor-doktor untuk mendominasi bidang kesehatan, penelitian, dan perusahan farmasi. Belum pernah diketahui keberadan jumlah doktor-doktor Muslim di Amerika.
  9. Mempercepat pertumbuhan Islam melalui: a. Perpindahan besar-besaran (100.000 tiap tahun sejak 1961) b. Menikahi orang-orang Amerika dan mengislamkan mereka (10.000 pertahun) c. Mengubah kemarahan, menjadikan orang-orang kulit hitam sebagai Islam militan (2000 tahanan telah bergabung dengan Al-Qaidah)
  10. Masjid-masjid dan pusat pendidikan harus mengajarkan kebencian terhadap Yahudi, evangelis Kristen dan demokrasi. Ratusan sekolah Muslim harus lebih loyal kepada Al-Quran bukan pada hukum Amerika.
  11. Memberikan bantuan kepada perguruan tinggi dan universitas di Amerika untuk pengembangan “pusat studi Islam”.
  12. Memberitahukan bahwa kata-kata teroris telah ‘membajak Islam’, padahal sebenarnya tidak, dan bahwa Islam-lah yang ‘membajak teroris’.
  13. Menyeru kepada orang-orang Amerika untuk bersimpati terhadap orang-orang Muslim yang ada di Amerika dengan menggambarkan sebagai imigran terbesar yang negaranya tertindas.
  14. Meruntuhkan pengertian Amerika dari keamanan dengan kesalahfahaman bahwa akan ada penyerangan terhadap, jembatan, terowongan, persediaan air, bandara, gedung apartemen dan mal-mal.
  15. Menghasut narapidana dengan permintaan akan hukum Islam, bukan hukum Amerika.
  16. Menaikan dana/amal melalui dolar tapi digunakan utk mendanai aksi keislaman/teror Islam.
  17. Menumbuhkan kecintaan terhadap Islam di kampus dan universitas dengan meminta kepada mahasiswa baru untuk mengambil mata kuliah atau kursus keislaman. Meyakinkan pada orang amerika, orang-orang Kristen, dan para sarjana bahwa Al-Quran dapat menangani kekerasan melalui cinta damai, spiritual dan aspek keagamaan
  18. Berkonsolidasi dengan orang-orang Muslim, masjid, pusat studi Islam dan media melalui internet dan menangani acara tahunan untuk menyusun rencana penyebaran dakwah.
  19. Menyebarkan pesan ketakutan kepada orang yang berusaha mengkritik terhadap Islam dan mencarinya untuk dimusnahkan dengan cara apapun.Menghargai orang-orang Muslim yang loyal terhadap Amerika, dengan menyorotinya sebagai pemberi suara terbesar dari minoritas dan etnik di Amerika
  20. Menghargai orang-orang Muslim yang loyal terhadap Amerika, dengan menyorotinya sebagai pemberi suara terbesar dari minoritas dan etnik di Amerika. (Didin/Hidayatullah.com)
-- oOo --
Berikut, tanggapan Ust. Syamsi Ali (Imam Masjid Islamic Cultural Center of New York) atas beredarnya The True Furqon:

...Al Furqon Al Haq (The True Furqon): Sebuah Kedustaan & Pengakuan Kegagalan...

"Sungguh besar kalimat (dusta) yang mengalir dari mulut-mulut mereka, namun tak lain apa yang diucapkan kecuali kebohongan" (S. Al Kahf: 5)
Akhir-akhir ini ummat Islam di berbagai belahan dunia kembali diresahkan oleh penulisan sebuah buku yang kemudian diklaim sebagai "tandingan" Al Qur'an. Judul buku tersebut juga diambil dari salah satu sifat Al Qur'an, yaitu "Al Furqaan" (pembeda antara kebenaran dan kebatilan). Saya sendiri menerima buku ini sekitar Juli 2001 lalu dan pada awalnya saya menganggapnya sesuatu yang tidak berharga. Sebagai seorang Muslim yang hidup di tengah-tengah non Muslim, propaganda murahan seperti ini merupakan hal biasa. Membaca, menyaksikan dan bahkan mengalami kebohongan seperti ini sudah merupakan santapan sehari-hari. Sikap saya ini juga merupakan sikap sebagian besar pemimpin komunitas Muslim di AS, yang menganggapnya sebagai pembuktian ayat Allah: "Meraka hendak memadamkan (cahaya agama) Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahayaNya meskipun orang-orang kafir membenci" (Ash Shaff: 8).

Dalam pengantarnya di buku tersebut, kedua penulis yang tidak pernah menyebutkan nama lengkapnya, Al Saffee dan Al Mahdy, tidak menyebutkan buku ini sabagai tandingan Al Qur'an dan hanya menyatakan seruannya: "Kepada bangsa-bangsa Arab khususnya dan ummat Islam umumnya di seluruh dunia: Salam sejahtera dan rahmat Allah Yang Berkuasa atas segala sesuatu". Namun dalam pengantarnya di Amazon.com, penulis dengan terus terang mengatakan bahwa buku ini adalah "the most plausible challenge to the Arabic Quran in history" (Tantangan yang paling nyata terhadap Al Qur'an berbahasa Arab dalam sejarah)"

Bagi penulis, buku ini ditujukan kepada ummat Islam dan ummat Kristiani sekaligus, untuk tujuan berbeda. Untuk ummat kristiani ditujukan agar mereka mendapatkan bukti-bukti substansial akan kebenaran kitab injil, sekaligus mendapatkan tanda tanya besar akan kesahihan Al Qur'an. Sementara untuk umat Islam ditujukan agar mereka mendapatkan pelajaran dan pengalaman bercahaya. Dalam "press release" yang dikeluarkan oleh Baptist Press tanggal 27 Mei 1999, ketika awal penerbitan buku yang dipersiapkan selama tujuh tahun ini, Al Mahdy mengatakan dengan penuh optimisme: "Hendaknya ummat Kristiani di seluruh penjuru dunia mempersiapkan diri untuk menyambut kehadiran ummat Islam yang akan murtad ke tengah-tengah mereka".

Setelah membaca sekali lagi buku tersebut, ternyata sangkaan saya selama ini semakin kuat bahwa buku ini sesungguhnya tidak lebih dari sebuah "sampah" yang tidak berharga. Ditinjau dari segi bahasa apalagi dari segi substansi, buku ini hanya menggambarkan iri hati dan kebencian yang sangat terhadap kebenaran, yang oleh Al Qur'an digambarkan sebagai "hasadan min 'indi anfusihim" (dengki dari dalam diri mereka sendiri).

Buku ini sesungguhnya membuka "borok lama" bahwa memang ada di antara manusia yang senang mencipta buku, yang kemudian diakui sebagai wahyu Tuhan. Dengan terbitnya buku al furqaan al haq ini, terbukti pula satu ayat Al Qur'an yang menyatakan "mereka menulis kitab dengan tangan-tangan mereka, kemudian mengatakan bahwa ini (kitab)dari sisi Allah. (Yang dengannya), mereka membelih ayat-ayat Allah dengan harga yang murah". Kitab ini, diakui penulis, bukan Al Qur'an dan bukan pula Injil. Melainkan ciptaan baru yang diakui sebagai petunjuk (wahyu) untuk menerangi jalan manusia. Dengan demikian, ini merupakan pembuktian karakter dasar mereka yang senang mencipta-cipta buku dan diakui sebagai wahyu dari Allah. Tidakkah ini cukup menjadi bukti bahwa kitab suci yang mereka yakini saat ini adalah juga ciptaan manusia seperti ini?

Penulis secara jujur mengakui ketinggian bahasa Al Qur'an. Namun sangat keliru ketika mengatakan bahwa bahasa buku ini menyerupai bahasa Al Qur'an. Kutipan ayat-ayat Al Qur'an secara sepotong-sepotong dalam buku ini, dapat dirasakan dengan "dzawq lughawi" (rasa bahasa), betapa berbeda dengan kata-kata sisipan dari penulis. Secara gramatik misalnya, penulis sesungguhnya tidak menyadari bahwa penyerupaan "BismillahirRahmaniRahim" dg "Bismilaab-alkalimah-ar ruuh-al ilaah al waahid al awhad" merupakan pengingkaran terhadap keyakinan dasar mereka sendiri. Karena kata benda dalam kalimat ini hanya "Aab" saja. Sementara semua kata selanjutnya adalah kata sifat dari Aab. Tanpa disadari penulis telah mengingkari konsep trinitas yang meyakini Bapak sebagai Dzat (benda), anak sebagai dzaat (benda) dan Roh kudus sebagai dzaat (benda). Sementara dalam kalimat ini, hanya Aab (bapak) saja sebagai benda, selebihnya hanya sifat dari Aab (tuhan bapak).

Sangat disayangkan, di tengah gencarnya upaya-upaya mengharmoniskan hubungan antar pemeluk agama, saat ini masih ada orang yang tidak jujur pada dirinya sendiri. Justifikasi kebenaran dengan kedustaan merupakan sebuah kanaifan akan kebenaran itu sendiri. Justifikasi kebenaran kitab suci dengan kedustaan hanyalah indikasi akan kenaifan kitab suci itu sendiri dalam kebenarannya. Saya menilai, buku ini sesungguhnya adalah sebuah pengkhianatan terhadap injil. Karena kenaifan injil inilah maka diperlukan kitab lain untuk menunjuki jalan manusia.

Akhirnya, saya menghimbau kiranya semua ummat beragama perlu menanamkan kejujuran pada dirinya sendiri. Bagaimana mungkin Anda dapat mengajak kepada keimanan, sementara anda menebarkan kedustaan? Saya sepertinya bisa memahami sikap Salman Rusydi karena dia memang tidak meyakini sebuah agama. Tapi saya justeru terheran dengan sikap pemimpin agama yang berjiwa kerdil.

Bagi ummat Islam, anggap saja kasus ini sebagai krikil kecil dalam perjuangan, yang justeru mempertebal keimanan. Percayalah, kebenaran Kalam Allah tak akan ternodai secuil pun dengan kedustaan para pendusta: "Sungguh Kami menunrunkan "Dzikra (Al Qur'an) ini, dan sungguh Kami pula yang menjaganya" dan "Katakanlah: Sesungguhnya walau manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang tulisan yang menyerupai Al Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan bisa membuat yang serupa dengannya, walaupun di antara mereka saling membantu (dalam kebatilan)" demikian jaminan Allah.

Tanggapan lain:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Seperti yang dilaporkan oleh majalah Tempo edisi minggu ini, 18-24 Maret, saat ini sedang beredar sebuah buku dengan judul "The True Furqan". Buku ini memang ditulis dengan sengaja untuk mengaburkan bacaan kaum Muslimin terhadap Kitab Suci yang sesungguhnya dan yang palsu. Hal ini dibuktikan dengan pengantar yang menyebut "Kitab ini ditujukan secara khusus kepada kaum Muslimin dan Arab".
Saya pribadi telah menerima buku ini sejak sekitar 3 bulan silam. Buku ini diterbitkan tanpa menyebutkan nama penerbit, namun menyertakan alamat pos dan tanpa nomor telepon. Setelah mengecek lebih jauh, ternyata sosok utama di balik dari terbitnya buku ini adalah Dr. Anis Shorrosh, lawan debat Ahmad Deedat
tentang Ketuhanan Jesus pada masa lalu. Jika anda membuka alamat di bawah ini, anda dapati siapa dan bagaiamana awal dari tumbuhnya buku tersebut.Yang pasti, buku ini memang ditujukan sebagai pemalsuan Kitab Suci Al Qur'an. Berbagai surah dinamai dengan surah-surah Al Qur'an seperti An Nur, Al Fatihah, dll. "Bismillah" pada setiap surah diganti dengan "Bismil Abi, Wal Ibni, Waruuhil Quds" (dengan nama bapak, anak dan roh qudus).Untuk itu, bersama ini saya himbau kepada semua untuk berhati-hati. Saya yakin, terbitnya buku ini tak lebih dari sebuah pembuktian akan tantangan Allah "dan jika kami ragu dengan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datanglah satu surah (pada ayat lain 10 surah, dan pada ayat lain disebutkan semisal) yang serupa, dan ajaklah seluruh pembantumu selain Allah, jika kami jujur". Dan sudah pasti, jika anda tahu bahasa Arab dengan grammar (nahwu sharaf dan balaghah) serta mempergunakan logika serta "common sense" saja, anda akan menemui buku ini tak lebih dari "rabbish" yang sudah kumuh di pinggir jalan.Sayang sekali, pada website Sorrosh ditemukan komentar-komentar, entah direkayasa, bahwa buku ini seolah lebih baik dari Al Qur'an. Padahal, di antara komentator tersebut terdapat pastor terkenal, seperti Billy Graham. Namun memang, logika seringkali tersembunyi di balik "dendam" terhadap nur Ilahi yang semakin menyilaukan mata-mata hati manusia, khususnya di bagian barat bumi ini.
 
Coba buka alamat ini, dan pastikan bahwa anda cukup landasan untuk memahami tulisan-tulisan Shorrosh. Lihat di bagian bawah website ini, ada "project khusus" untuk mengaburkan Islam yang sesungguhnya para politisi Amerika dengan nama "Project Informing Washington" on the truth of Islam. Ternyata, dalam tulisan-tulisan Shorrosh disebutkan bahwa tanpa disengaja, saat ini kita (Amerika) telah kedatangan invasi yang membahayakan. Itulah "ru'bah" (ketakutan) dan "hasadan" (dengki) yang telah tertanam dalam dirinya terhadap kebenaran ini.
http://islam-in-focus.com/TheTrueFurqan.htm


Akhirnya, "mereka ingin memadamkan cahaya Allah, namun Allah menolak hingga cahayaNya terang benderang, walau orang-orang musyrik itu membenci".

11 comments:

  1. Astagfirulloh...
    "Sungguh mereka telah
    mendustakan (Al Quran), maka kelak akan
    datang kepada mereka (kenyataan dari)
    berita-berita selalu mereka perolok-
    olokkan."

    ReplyDelete
  2. yang benar yang akan menang..

    ReplyDelete
  3. Kasihilah Tuhan Allahmu, Kasihilah sesamamu. Ya Allah, Allah Abraham, ishak, dan Yakub, Allah Israel, ampunilah mereka, mereka tidak tau apa yang mereka perbuat.

    ReplyDelete
  4. Sabar aja broo... Sebelum YESUS lahir aja udah dinubuatin kalo dia ditolak.. Yang saya suka dari YESUS DIA mencerminkan kasih itu...

    Tuhan mengambil satu tulang rusuk adam untuk menjadikan hawa kan? setuju? bukan untuk 4 ato lebih kan..

    kenapa kok saya bingung muslim oleh punya istri lebih dari satu..
    kalo gitu kenapa Tuhan gak ambil tulang rusuk adam 4 buah.. biar istrinya banyak..

    Kasih itu sifat asli ALLAH

    :)
    JESUS LOVE U ALL

    ReplyDelete
  5. Kebanyakn orang musyrik (kristen) itu amat bodoh dalam pengetahuan agama, sehingga mereka (kristen/musyrikin) senantgiasa memperturutkan hawa nafsunya untuk mengikuti jejak iblis lak'natullah allaih.

    ReplyDelete
  6. sepertinya umat kristiani selalu menyakan masalah POLIGAMI ya, sebenarnya Umat ISLAM itu selalu menjadi sorotan dan menjadi topik utama dalam hal seprti itu.
    saya bertanya pada anda pencinta YESUS, pernahkah anda mensurvei umat kristiani?? pernahkah anda mencarinya dipencatatan agama?? Jika saya mengatakan di daerah saya umat Kristiani melakukan perselingkuhan dan melakukan kawin cerai seenak mereka, terimakah anda dengan argumentasi itu??

    ReplyDelete
  7. kita gausah jauh jauh bahas nikah, bahas dosa saja. Muhammad S.A.W selalu berdoa secara rutin dan telaten untuk pengampunan dosanya. Sedangkan Isa? Dia tidak pernah berdoauntuk pengampunan dosaNya. Coba cek saja di Al Quran.

    ReplyDelete
  8. Nabi Muhammad saw slalu berdo'a memohon ampun atas dosa... Nabi Isa as tdk pernah berdo'a untuk pengampunan dosa... Ok jika itu yg di pahami, apa masalahx? Nabi Muhammad saw di kenal sbagai seorang Rasul yg juga manusia biasa, Nabi Muhammad saw menjadi teladan bagi umatx... jadi ktika umatx berdo'a memohon ampunan itu meneladani Rasulnya, ini juga memotivasi umatnya Rasulx yg seorang Rasul saja berdo'a memohon ampun apalagi umatx... bagaimana dengan umat Nabi Isa as jika katax tdk pernah memohon ampun... lalu ketika umatx berdo'a meminta pengampunan dosa itu meneladani siapa??

    ReplyDelete
  9. Nabi Muhammad saw slalu berdo'a memohon ampun atas dosa... Nabi Isa as tdk pernah berdo'a untuk pengampunan dosa... Ok jika itu yg di pahami, apa masalahx? Nabi Muhammad saw di kenal sbagai seorang Rasul yg juga manusia biasa, Nabi Muhammad saw menjadi teladan bagi umatx... jadi ktika umatx berdo'a memohon ampunan itu meneladani Rasulnya, ini juga memotivasi umatnya Rasulx yg seorang Rasul saja berdo'a memohon ampun apalagi umatx... bagaimana dengan umat Nabi Isa as jika katax tdk pernah memohon ampun... lalu ketika umatx berdo'a meminta pengampunan dosa itu meneladani siapa??

    ReplyDelete
  10. pesan dari kami :
    dalami injilmu...
    dalami injilmu...
    dalami injilmu....
    Nah...bila km telah paham isi injilmu dengan akal jernihmu,
    maka kami jamin kalian pasti lari mencari "kebenaran yang terbenar"
    Kalian masih sinis dg anjuran ini ? Hey, orang barat yg nalarnya jauh lebih bening dari kalian ternyata dah me-neliti isi injil secara bening pula, lalu kemudian puluihan bahkan ratusan ribu masyarakat disana sekarang lari untuk cari kebenaran yang terbenar ! Kalian ingin tau ? Milikilah metode kebeningan nalar dulu, baru berkomentar, ya..ya..yaa

    ReplyDelete
  11. Saya heran dengan sebagian kaum Kristiani - artinya tidak semua, mengapa mereka begitu getol mengusik kaum Muslim? Padahal, apa sih salah kaum Muslim? Yang berbuat jahat terhadap Yesus bukanlah kaum Muslim, namun persekongkolan antara para elit Yahudi dan Romawi. Tapi mengapa justru mereka membantu sebagian kaum Yahudi - artinya perlu diketahui tidak semua Yahudi adalah pro zionis / pendukung Israel - untuk melawan kaum Muslim (dan Arab non Muslim) di Palestina. Sebagian - saya ulangi, tidak semuanya - kaum Kristiani berjuang keras mengkristianikan kaum Muslim, bukan mengkristianikan kaum Yahudi, padahal Yesus diutus "untuk segala domba yang sesat Bani Israel". Dan saya ulangi, Yesus menderita akibat perilaku bangsa sendiri, yaitu Bani Israel.

    Jika keadaan begini terus, jangan harap dunia / manusia akan betul-betul damai, tenteram, adil, makmur.

    Terutama kepada kaum Kristiani yang kebetulan membaca ini, perlu diingatkan bahwa, agama Yahudi, Kristiani dan Islam adalah agama serumpun. Ketiganya berasal dari rumpun Semitik (Samiyyah) / Timur Tengah / Asia Barat. Ketiganya berasal dari leluhur yang sama yaitu (agama) Ibrahim (Abraham / Avraham). Sesungguhnya dalam ketiga agama tersebut terdapat begitu banyak kesamaan - disamping tentu ada sejumlah perbedaan. Jika ketiga umat ini sungguh menyadari yang saya sampaikan ini, insya Allah 50% masalah dunia ini selesai, dan kita semua dapat fokus menyelesaikan masalah yang 50% lagi. Aamiin.


    Indra Ganie - Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.

    ReplyDelete